PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENERAPAN MODEL KOMUNIKASI INTERPERSONAL DI DESA KEMULAN KECAMATAN TUREN KABUPATEN MALANG
KADER POSYANDU DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENERAPAN MODEL KOMUNIKASI INTERPERSONAL DI DESA KEMULAN KECAMATAN TUREN KABUPATEN MALANG
DOI:
https://doi.org/10.810028/jppmi.v2i4.116Kata Kunci:
kader posyandu, komunikasi interpersonal, pelatihan, pencegahan stunting, pengelolaan posyanduAbstrak
Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam pencegahan stunting melalui pengelolaan Posyandu dan komunikasi interpersonal, namun di Desa Kemulan pelatihan komunikasi antar pribadi belum pernah diberikan kepada seluruh kader sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu tentang pengelolaan Posyandu dan komunikasi interpersonal dalam upaya pencegahan stunting, yang dilaksanakan di Desa Kemulan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang dengan sasaran 30 orang kader Posyandu. Metode yang digunakan meliputi pelatihan selama satu hari dengan materi transformasi kesehatan, pengelolaan Posyandu di era integrasi layanan primer, dan komunikasi interpersonal, dilanjutkan dengan pendampingan praktik sebanyak tiga kali kegiatan Posyandu di Posyandu Cempaka 5, Cempaka 1, dan Cempaka 2. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa karakteristik peserta didominasi oleh usia 41-50 tahun (36,7%), pendidikan SMA (46,7%), dan lama menjadi kader lebih dari 10 tahun (46,7%). Pengetahuan kader meningkat signifikan yang ditunjukkan dari rata-rata nilai pretest 57,1 menjadi 76,7 pada posttest, dengan seluruh peserta mengalami kenaikan nilai. Evaluasi pelatihan menunjukkan materi sangat menarik (80%), sangat bermanfaat (93,3%), pemateri sangat menguasai materi (53,3%), metode penyampaian sangat menarik (63,3%), dan sebagian besar peserta (63,3%) menyatakan pelatihan sangat perlu dilanjutkan. Pada pendampingan praktik, keterampilan kader menunjukkan peningkatan bertahap dimana pada pendampingan pertama kader masih belum maksimal dalam komunikasi interpersonal di meja penyuluhan, namun pada pendampingan kedua dan ketiga keterampilan komunikasi interpersonal kader telah berkembang menjadi sangat baik, meskipun masih ditemukan kendala fisik seperti kurangnya luas lokasi Posyandu, tidak adanya name tag, dan kurangnya kursi tunggu sasaran. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu Desa Kemulan dalam pengelolaan Posyandu dan komunikasi interpersonal, sehingga disarankan perlunya pendampingan berkelanjutan dari bidan dan perawat desa serta advokasi kepada pemerintah desa untuk peningkatan sarana dan prasarana Posyandu.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.









