EDUKASI KONTROL PESERTA JKN MEMPERKUAT AKSES LAYANAN DAN PEMANTAUAN KESEHATAN MASYARAKAT

KONTROL PESERTA JKN MEMPERKUAT AKSES LAYANAN DAN PEMANTAUAN KESEHATAN MASYARAKAT

Penulis

  • Anggi Ardhiasti Prodi D-III Askes Poltekkes Kemenkes Malang
  • Dea Alan Karunia Sakti Program Studi D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Malang
  • Elystia Vidia Marselina Program Studi D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Malang

DOI:

https://doi.org/10.810028/jppmi.v2i3.97

Abstrak

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam melakukan kontrol kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui pemanfaatan sistem digital Smart JKN. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi edukatif, demonstrasi penggunaan dashboard, pelatihan partisipatif, dan pendampingan teknis untuk memastikan transfer pengetahuan berlangsung efektif. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu menyajikan data kepesertaan dan layanan kesehatan secara terstruktur, seperti total 1.245 peserta aktif, 86 klaim kesehatan yang diajukan pada bulan berjalan, 12 klaim tertunda, serta capaian cakupan wilayah sebesar 92%. Temuan ini menggambarkan adanya peningkatan literasi digital kesehatan, kemandirian administrasi peserta, serta efisiensi layanan dalam proses verifikasi dan pemantauan klaim. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memperkuat akses informasi, meningkatkan akurasi data kepesertaan, dan mendukung transparansi layanan kesehatan sesuai arah transformasi digital sektor kesehatan nasional. Dengan demikian, sistem Smart JKN dinilai layak digunakan dan direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di wilayah pelayanan lainnya.

Unduhan

Diterbitkan

31-10-2025

Cara Mengutip

Ardhiasti, A., Karunia Sakti, D. A., & Marselina, E. V. (2025). EDUKASI KONTROL PESERTA JKN MEMPERKUAT AKSES LAYANAN DAN PEMANTAUAN KESEHATAN MASYARAKAT: KONTROL PESERTA JKN MEMPERKUAT AKSES LAYANAN DAN PEMANTAUAN KESEHATAN MASYARAKAT. Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(3), 259–265. https://doi.org/10.810028/jppmi.v2i3.97